Minggu, 29 Maret 2015

SISTEM INFORMASI PEMESANAN TIKET BUS PADA PO NUSANTARA CABANG SEMARANG DENGAN FRAMEWORK PHONEGAP



Latar Belakang
PO Nusantara Cabang Semarang bergerak di bidang jasa transportasi darat terutama angkutan bus antar kota antar propinsi yang melayani rute Pulau Jawa. Selama ini sistem informasi dan promosi penjualan serta iklan, telah mempunyai website sendiri , namun untuk sistem informasi pemesanan tiket transportasi perusahaan tidak mempunyai media untuk hal tersebut, kecuali calon penumpang datang langsung ke loket penjualan tiket tersebut. Hal ini dapat menyita waktu dan biaya serta dapat mengurangi kepuasan calon penumpang. Oleh karena itu, pihak perusahaan membutuhkan program pemesanan tiket (booking ticket)berbasis web mobile secara online melewati internet langsung menuju ke smartphone yang dapat memberikan keunggulan dari segi efisiensi dan meningkatkan kepuasaan tersendiri bagi calon penumpang.

Seiring dengan perkembangan teknologi, semakin banyak pula jenis alat telekomunikasi yang berada di kalangan masyarakat. Salah satu platform yang saat ini sedang banyak disukai masyarakat adalah smartphone.  PhoneGap adalah sebuah kerangka kerja/framework open source yang dipakai untuk membuat aplikasi cross-platform mobile.  PhoneGap menjadi suatu
solusi yang ideal untuk seorang pengembang aplikasi web yang tertarik dalam pembuatan aplikasi di smartphone.

Metode Pengumpulan Data
Metode pengumpulan data yang dijadikan bahan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah studi lapangan dan studi pustaka.
1. Studi Lapangan
Pengumpulan data melalui metode ini dilakukan dengan mengadakan penelitian terhadap objek
penelitian yaitu dengan cara wawancara dan observasi (pengamatan langsung).
1. Wawancara
yaitu tanya jawab langsung dengan para petugas baik pada bagian administrasi maupun petugas bagian penjualan dan konsumen untuk mendapatkan data-data yang diperlukan, sehingga sistem yang dibangun akan memenuhi kebutuhan user.
2. Observasi
Observasi adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung dan pencatatan secara langsung terhadap transaksi penjualan pada PO. NUSANTARA Cabang Semarang.
2. Studi Pustaka
yaitu dengan mempelajari buku-buku atau literatur yang ada berhubungan dengan penelitian yang sedang dilakukan, atau dalam hal ini yang berhubungan dengan PhoneGap, web mobile, pemesanan tiket bus dan teori – teori mengenai pengembangan sistem informasi, serta bacaan lain yang mendukung penelitian ini .

Jenis dan Sumber Data
Adapun jenis dan sumber data yang digunakan dalam penulisan Tugas Akhir ini adalah data primer dan data sekunder.
1. Data Primer
Data ini merupakan data yang didapat secara langsung dari sumber  asli. Dalam hal ini data yang diperoleh Agen PO. NUSANTARA Cabang Jalan Siliwangi, Semarang yang diperlukan dalam penulisan TugasAkhir ini yaitu data yang berkaitan dalam proses pemesanan tiket bus.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang tidak diusahakan sendiri oleh penulis tetapi diperoleh dengan cara tidak langsung, dimana dalam penelitian ini data diperoleh dari buku-buku literatur,  tutorial dan dokumen-dokumen dari internet.

Metode Analisis Data
Metode pengembangan sistem yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah dengan menggunakan model proses pengembangan perangkat lunak web engineering melalui paradigma/pendekatan yang dimodelkan menggunakan Unified Modeling Language (UML). Menurut (Pressman, 2005) web engineering adalah suatu proses yang digunakan untuk membuat aplikasi web yang berkualitas tinggi. Rekayasa Web tidak sama persis dengan RPL (Rekayasa Perangkat Lunak), tetapi web engineering  memiliki konsep dan prinsip mendasar dari RPL. Proses di web engineering lebih ditekankan pada aktivitas teknis dan manajemen yang hampir sama. Kelebihan dari penggunaan metode pengembangan sistem web engineering dibandingkan dengan metode lain, adalah 
1.      Metode ini dianggap paling cocok dalam mendukung pembuatan software berbasis web, karena tujuan metode ini mengendalikan pengembangan, minimalisasi resiko dan meningkatkan kualitas system berbasis web. Disiplin sistem ini pun untuk membangun aplikasi sistem dan aplikasi web.
2.       Metode ini memberikan ide bagi pengembang tentang cara sistem akan berfungsi dan yang akan dikembangkan.

Hasil Penelitian Dan Pembahasan
Tujuan yang ingin dicapai bias dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:
a. Tujuan yang bersifat informatif
Tujuan utama berhubungan erat dengan pemasaran produk dan penambahan omset penjualan pada PO. Nusantara Semarang yang disajikan pada pengguna, yaitu informasi mengenai pemesanan tiket bus yang dituangkan ke dalam halaman web, berupa gambar, teks, sehingga lebih terlihat menarik dan interaktif. Detail informasi berupa jadwal keberangkatan dan kuota penumpang serta harga-harga tiket sesuai tujuan yang ditampilkan secara jelas sehingga pelanggan atau pengguna langsung dapat menerima informasinya.
b. Tujuan yang bersifat fungsional
Sistem mempunyai fungsi untuk membantu transaksi pemesanan dan mempermudah bagi pelanggan untuk mendapatkan tiket tanpa harus dating ke loket untuk bertransaksi. Di samping sebagai alat untuk melakukan transaksi pembelian bagi user serta transaksi penjualan bagi pemilik, fungsi dari sistem adalah sebagai alat untuk mempromosikan produk-produk yang dijual ke ruang lingkup pemasaran yang lebih luas.

Kesimpulan
Dari hasil pembahasan dan implementasi sistem informasi pemesanan tiket pada PO. Nusantara
diatas dapat disimpulkan bahwa aplikasi ini memberikan informasi dan layanan pemesanan tiket bus Nusantara cabang Semarang. Sistem informasi pemesanan ini bisa diakses pada perangkat Smartphone, sehingga pengguna dapat melakukan pemesanan tiket bus secara online tanpa harus datang langsung ke outlet pembelian tiket.



Referensi
[1] Roosyanto, E.R.A. 2013. Sistem Informasi Pemesanan Tiket BUS, Semarang :  Universitas Dian Nuswantoro. 

Kamis, 19 Maret 2015

IMPLEMENTASI SISTEM ABSENSI PEGAWAI MENGGUNAKAN QR CODE PADA SMARTPHONE BERBASIS ANDROID

1. Latar Belakang

Pada tahun 2006, Badan Pusat Statistik (BPS) melakukan survey terhadap jumlah perusahaan di Indonesia dengan hasil jumlah perusahaan di luar sektor pertanian tercatat sebanyak 22,7 juta. Setiap perusahaan ini tentu saja memiliki pegawai yang harus dicatat kehadirannya setiap hari (absensi). Absensi adalah salah satu faktor penting dalam perusahaan karena dapat membantu perusahaan menentukan gaji masing-masing pegawai, kinerja masing-masing pegawai, dan bonus masing-masing pegawai. Sistem absensi yang digunakan perusahaan-perusahaan di Indonesia bermacam-macam seperti sistem sidik jari, RFID, atau bahkan manual. Namun, di era modern seperti sekarang ini tidak menutup kemungkinan bahwa telepon selular dapat dimanfaatkan untuk sistem absensi di perusahaan.

Menurut International Data Corporation (IDC) Indonesia, shipment smartphone tahun ini naik 84% dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut David Tirtajaya, Direktur Retail PT Telesindo Shop, pada tahun ini smartphone berbasis Android mencatat penjualan terbesar.Mengenai minat para pengembang aplikasi mobile, menurut polling yang dilakukan oleh TeknoJurnal, sistem operasi yang paling diminati untuk mengembangkan aplikasi jatuh pada sistem operasi Android dengan hasil perolehan 58,06%.

Sebuah ponsel yang memiliki sistem operasi di dalamnya dan dapat mengakses internet adalah ciri utama dari smartphone. Fitur dari smartphone yang menarik adalah kemampuannya untuk mengambil, menyimpan, serta menampilkan gambar dengan format JPEG. Kemampuan smartphone ini dapat dimanfaatkan untuk membangun sebuah aplikasi pengolahan gambar JPEG untuk suatu keperluan, misalkan sistem absensi pegawai.

Kode QR atau lebih dikenal sebagai QR Code, merupakan singkatan dari Quick Response Code. QR Code merupakan suatu evolusi kode batang dari satu dimensi menjadi dua dimensi. Ide yang muncul adalah untuk memanfaatkan QR Code dan smartphone Android untuk menjadi sistem absensi. Dengan memanfaatkan kemampuan penyimpanan QR Code, data pegawai dapat disimpan dalam bentuk gambar yang kemudian disimpan di dalam ponsel pegawai. Selanjutnya gambar dapat digunakan untuk identifikasi pegawai pada sistem absensi.


2.1 Sistem Absensi

Absensi adalah suatu pendataan kehadiran, bagian dari pelaporan aktivitas suatu institusi, atau komponen institusi itu sendiri yang berisi data kehadiran yang disusun dan diatur sedemikian rupa sehingga mudah untuk dicari dan dipergunakan apabila sewaktu-waktu diperlukan oleh pihak yang berkepentingan.Sistem absensi terbagi menjadi dua kelompok, yaitu sistem absensi secara manual dan sistem absensi secara otomatis. Sistem absensi secara otomatis memiliki keunggulan sebagai berikut.
1. Lebih akurat dan lebih cepat dalam waktu pencatatan, proses, dan men-generate laporan.
2. Mengurangi faktor kesalahan manusia.
3. Mengurangi biaya sumber daya manusia.
4. Akses yang lebih baik terhadap data aktivitas pegawai.
5. Laporan yang flexible dapat di-generate cepat dan mudah.
6. Data dapat digunakan untuk perangkat lunak lainnya.
7. Dapat diperluas fitur-fiturnya seperti pelacakan pegawai secara online, mengatur distribusi pegawai, dll.

2.2 QR Code

QR Code adalah sebuah kode batang dua dimensi yang ditemukan oleh sebuah perusahaan Jepang bernama Denso Wave pada tahun 1994. QR Code ini adalah pengembangan dari kode batang sebelumnya. Pada model barcode lama, data disimpan secara horizontal saja sedangkan pada QR Code, data disimpan baik secara vertikal maupun horizontal.QR Code memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan jenis-jenis barcode lainnya. Keunggulan yang dimiliki oleh QR Code adalah sebagai berikut.
1. Kapasitas besar.
2. Mudah dibaca.
3. Kemampuan menyimpan huruf Kanji.
4. Dapat dibaca dari berbagai macam arah.
5. Ukuran kecil.
6. Tahan terhadap kotor dan rusak.
7. Dapat dibagi-bagi.

QR Code adalah sebuah simbol matriks yang berbentuk struktur sel yang diatur dalam bentuk kotak. Struktur QR Code dapat dilihat pada Gambar 1. Berikut adalah penjelasan struktur QR Code.
  1. Finder Pattern: tiga buah struktur identik yang terletak di setiap pojok QR Code kecuali pojok kanan bawah berupa matriks 3x3 dari modul hitam yang dikelilingi modul putih kemudian modul hitam lagi untuk mendeteksi posisi QR Code.
  2. Alignment Pattern: Pola untuk mengoreksi distorsi dari QR Code.
  3. Timing Pattern: sebuah pola untuk mengindentifikasi koordinat sentral dari setiap sel pada QR Code dengan pola hitam dan putih yang disusun secara bergantian.
  4. Quiet Zone: Spasi yang diperlukan untuk membaca QR Code. Quiet zone ini memudahkan simbol terdeteksi dari sebuah gambar menggunakan sensor CCD.
  5. Data Area: Data dari QR Code akan disimpan atau di-encode di dalam data area. Sel hitam pada QR Code merepresentasikan angka biner “1” dan sel putih merepresentasikan angka biner “0”.

2.3 Android

Android adalah sebuah tumpukkan software untuk perangkat mobile yang termasuk di dalamnya sistem operasi, middleware, dan aplikasi-aplikasi kunci. Sejak kemunculan perdananya, Android menarik perhatian banyak perusahaan, pengembangan, dan masyarakat lainnya. Android menyediakan platform terbuka bagi para pengembangnya untuk menciptakan aplikasi mereka sendiri untuk digunakan oleh berbagai macam piranti bergerak. Adapun bahasa pemograman yang diperlukan untuk membangun aplikasi pada platform Android adalah bahasa pemograman Java.[9] Beberapa bagian penting dalam mengembangkan aplikasi Android adalah sebagai berikut.
1. Android Software Development Kit (SDK)
2. Android Emulator

2.4 Library ZXing

ZXing adalah sebuah open-source, dan library Java yang dapat memproses berbagai format gambar barcode 1D/2D. Fokus dari library ini adalah untuk menggunakan kamera dari telepon selular untuk melakukan scan dan decode barcode, tanpa harus berkomukasi dengan server. Biarpun begitu, ZXing juga dapat digunakan untuk meng-encode dan decode barcode untuk dekstop dan server juga.

3. Implementasi

Sistem absensi yang dibangun memanfaatkan QR Code sebagai alat identifikasi pegawai. Dalam QR Code ini tersimpan data pegawai berupa nip, nama, divisi, dan jabatan pegawai. Setelah QR Code dibuat dalam bentuk gambar, QR Code akan disimpan dalam ponsel pegawai. QR Code dalam ponsel pegawai cukup ditunjukkan pada saat pegawai hendak melakukan absensi. Sistem absensi akan membaca data pada QR Code yang ditunjukkan pegawai dan kemudian mencatat waktu pembacaan sebagai waktu absensi pegawai tersebut.
Sistem absensi yang telah dibangun terdiri dari beberapa aplikasi utama, yaitu aplikasi administrator, aplikasi generator, dan aplikasi reader. Setiap aplikasi memiliki fungsinya masing-masing. Aplikasi administrator adalah aplikasi yang digunakan untuk mengelola data pegawai dan data kehadiran pegawai. Pengelolaan yang dilakukan meliputi melihat, penambahan, pengeditan, dan penghapusan data pegawai, melihat data kehadiran dan kepulangan pegawai, serta membuat laporan harian kehadiran pegawai dalam bentuk format *.csv. Aplikasi generator adalah aplikasi yang digunakan untuk membuat QR Code. Sedangkan aplikasi reader adalah aplikasi yang digunakan untuk membaca QR Code kemudian mencatat waktu pembacaan untuk dimasukkan ke dalam data kehadiran pegawai.
Pada implementasinya, untuk mengolah gambar QR Code digunakan sebuah library open source bernama ZXing. Sistem absensi dibangun diimplementasikan pada smartphone Android dengan bahasa pemograman Java. Dalam sistem absensi yang dibangun, terdapat basis data yang digunakan untuk menyimpan data pegawai dan data kehadiran pegawai. Dalam basis data, data kehadiran pegawai terbagi menjadi 2 tabel, yaitu data kedatangan pegawai, dan data kepulangan pegawai.

4. Analisis

Perlu diperhatikan bahwa perangkat lunak yang dibangun tidak mempengaruhi kinerja dari sistem pada smartphone yang digunakan untuk memasang perangkat lunak. Perangkat lunak yang dibangun tidak akan membebani RAM dari smartphone. Namun perangkat lunak membutuhkan memori eksternal yang cukup besar. Memori eksternal akan dimanfaatkan oleh perangkat lunak untuk menyimpan laporan harian pegawai pada aplikasi administrator, menyimpan gambar QR Code yang telah dibuat pada aplikasi generator, dan menyimpan hasil tangkapan kamera pada aplikasi reader.
Selain memori eksternal, perangkat lunak yang dibangun membutuhkan kamera untuk melakukan pembacaan QR Code. Karena itu pada smartphone yang digunakan untuk memasang perangkat lunak harus terdapat kamera. Kamera yang digunakan untuk melakukan pembacaan sebaiknya memiliki resolusi minimal 3,2 megapiksel karena kualitas gambar akan mempengaruhi kinerja pembacaan yang dilakukan oleh aplikasi reader.


5. Kesimpulan

Berdasarkan implementasi, pengujian, dan analisis yang telah dilakukan, ada beberapa kesimpulan yang dapat diambil. Kesimpulan-kesimpulan tersebut adalah sebagai berikut.
  1. QR Code dapat dimanfaatkan sebagai alat identifikasi dalam sebuah sistem absensi karena QR Code dapat menyimpan informasi yang cukup untuk data pegawai.
  2. Smartphone Android dapat dimanfaatkan untuk membaca dan membuat QR Code dengan menggunakan sistem absensi yang telah dibangun dan sistem absensi yang dibangun tidak membebani kinerja dari smartphone tersebut.
  3. QR Code memiliki berbagai keunggulan yang cocok untuk menyimpan data pegawai dan menjadi sebuah alat identifikasi pada sebuah sistem absensi seperti tahan terhadap rusak dan kotor, dan dapat dibaca dari berbagai arah.
  4. Sistem absensi yang telah dibangun terbukti cukup handal dalam melakukan pembacaan QR Code baik itu QR Code yang rusak, kotor, ataupun terbalik posisinya.
REFERENSI
[1] , Tresnani, D. L. 2012. Implementasi Sistem Absensi Pegawai Menggunakan QR Code pada Smartphone Berbasis Android. Laporan Tugas Akhir. Institut Teknologi Bandung.

Selasa, 07 Januari 2014

Prakarsai pembelajaran



Doronglah pembelajaran, namun jangan memaksakan sebuah pelatihan. Ada ungkapan bahwa Anda melatih seekor Anjing untuk menggonggpng dan mengajar seorang anak untuk melakukan yang berguana. Chef melatih masakannya supaya dapat dinikmati dan jika Anda ingin karyawan Anda mengikuti jalur yang sama, Anda harus melatih mereka. Dalam pekerjaan, pelatihan itu penting untuk berbagai ketrampilan impersonal (seperti ketrampilan mengetik, mengemudikan mobil atau memperbaiki komputer), tapi tidak sesuai untuk ketrampilan personal(seperti penjualan, hubungan pelanggan dan kepemimpinan). Anda tidak dapat melatih sepasang suami istri untuk mengalami pernikahan yang bahagia, namun mereka dapat mempelajarinya sambil menjalaninya.

Pelatihan berkaitan dengan bagaimana memprogram karyawan untuk memiliki dan menerapkan sekumpulan kompetensi tertentu. Proses itu terjadi tanpa disadari. Begitu karyawan dilatih, mereka hanya perlu sedikit pemikiran untuk menjalankan kompetensi itu. Sebenarnya, pelatihan terjadi secara otomatis. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pelatihan biasanya dapat terlihat dan dapat diukur. Pembelajaran sebaliknya berkaitan dengan motivasi dan pengembangan diri. Ia tidak pernah berhenti dan bukan sekedar berhubungan dengan ketrampilan, namun juga perolehan dan penerapan pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan. Ketika karyawan termotivasi untuk belajar, mereka akan mendapatkan manfaat pelatihan juga peluang belajar. Sebaliknya, ketika orang tidak termotivasi untuk belajar, pelatihan hanya membuang waktu.

Karena itu atasan yang baik dapat melakukan banyak hal kencil untuk mendorong karyawan dalam melakukan pembelajaran dan memberi kesempatan belajar untuk membantu merka, misalnya:

  • Ia mempelajari buku-buku baru bersama staf.
  • Ia menugskan pekerjaan yang memungkinkan mereka belajar.
  • Ia memberikan pertanyaan dan hadiah bagi yang memiliki nilai tertinggi.
  • Ia membawa pembicara tamu untuk pertemuan di jam makan siang.
  • Ia memastikan bahwa ada buku, jurnal dan DVD di tempat kerja untuk dipelajari.
  • Ia menggarisbawahi kesalahan dan menjadikan semua itu bahan untuk dipelajari.
  • Ia mendedikasikan setengah jam setiap minggu untuk pembelajaran tim pada topik-topik tertentu.

Idealnya, pembelajaran kecil dapat dilakukan setiap hari dan harus diarahkan dengan anggota tim (atau atasan) sebagai tutor. Mengidentifikasi tujuan individual dan membantu karyawan mencapainya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Karena itu, jika seorang karyawan berharap untuk pindah maka sebagai seorang atasan dapat membantu dengan memberikan kesempatan pembelajaran yang diperlukan. Pemimpin tim yang menyakini pentingnya pengembangan pribadi untuk anggota timnya akan mencari jalan untuk mencapainya, tidak peduli apakah ada biaya atau tidak dan tetap menjamin hal itu terjadi.

Succes:          “Kerendahan hati adalah kunci pembelajaran. Perlu disadari bahwa selalu ada peluang untuk menjadi dan berbuat yang lebih baik.”