Selasa, 07 Januari 2014

Prakarsai pembelajaran



Doronglah pembelajaran, namun jangan memaksakan sebuah pelatihan. Ada ungkapan bahwa Anda melatih seekor Anjing untuk menggonggpng dan mengajar seorang anak untuk melakukan yang berguana. Chef melatih masakannya supaya dapat dinikmati dan jika Anda ingin karyawan Anda mengikuti jalur yang sama, Anda harus melatih mereka. Dalam pekerjaan, pelatihan itu penting untuk berbagai ketrampilan impersonal (seperti ketrampilan mengetik, mengemudikan mobil atau memperbaiki komputer), tapi tidak sesuai untuk ketrampilan personal(seperti penjualan, hubungan pelanggan dan kepemimpinan). Anda tidak dapat melatih sepasang suami istri untuk mengalami pernikahan yang bahagia, namun mereka dapat mempelajarinya sambil menjalaninya.

Pelatihan berkaitan dengan bagaimana memprogram karyawan untuk memiliki dan menerapkan sekumpulan kompetensi tertentu. Proses itu terjadi tanpa disadari. Begitu karyawan dilatih, mereka hanya perlu sedikit pemikiran untuk menjalankan kompetensi itu. Sebenarnya, pelatihan terjadi secara otomatis. Ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjalankan pelatihan biasanya dapat terlihat dan dapat diukur. Pembelajaran sebaliknya berkaitan dengan motivasi dan pengembangan diri. Ia tidak pernah berhenti dan bukan sekedar berhubungan dengan ketrampilan, namun juga perolehan dan penerapan pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan. Ketika karyawan termotivasi untuk belajar, mereka akan mendapatkan manfaat pelatihan juga peluang belajar. Sebaliknya, ketika orang tidak termotivasi untuk belajar, pelatihan hanya membuang waktu.

Karena itu atasan yang baik dapat melakukan banyak hal kencil untuk mendorong karyawan dalam melakukan pembelajaran dan memberi kesempatan belajar untuk membantu merka, misalnya:

  • Ia mempelajari buku-buku baru bersama staf.
  • Ia menugskan pekerjaan yang memungkinkan mereka belajar.
  • Ia memberikan pertanyaan dan hadiah bagi yang memiliki nilai tertinggi.
  • Ia membawa pembicara tamu untuk pertemuan di jam makan siang.
  • Ia memastikan bahwa ada buku, jurnal dan DVD di tempat kerja untuk dipelajari.
  • Ia menggarisbawahi kesalahan dan menjadikan semua itu bahan untuk dipelajari.
  • Ia mendedikasikan setengah jam setiap minggu untuk pembelajaran tim pada topik-topik tertentu.

Idealnya, pembelajaran kecil dapat dilakukan setiap hari dan harus diarahkan dengan anggota tim (atau atasan) sebagai tutor. Mengidentifikasi tujuan individual dan membantu karyawan mencapainya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses pembelajaran. Karena itu, jika seorang karyawan berharap untuk pindah maka sebagai seorang atasan dapat membantu dengan memberikan kesempatan pembelajaran yang diperlukan. Pemimpin tim yang menyakini pentingnya pengembangan pribadi untuk anggota timnya akan mencari jalan untuk mencapainya, tidak peduli apakah ada biaya atau tidak dan tetap menjamin hal itu terjadi.

Succes:          “Kerendahan hati adalah kunci pembelajaran. Perlu disadari bahwa selalu ada peluang untuk menjadi dan berbuat yang lebih baik.”