Doronglah pembelajaran,
namun jangan memaksakan sebuah pelatihan. Ada ungkapan bahwa Anda melatih
seekor Anjing untuk menggonggpng dan mengajar seorang anak untuk melakukan yang
berguana. Chef melatih masakannya supaya dapat dinikmati dan jika Anda ingin
karyawan Anda mengikuti jalur yang sama, Anda harus melatih mereka.
Dalam pekerjaan,
pelatihan itu penting untuk berbagai ketrampilan impersonal (seperti
ketrampilan mengetik, mengemudikan mobil atau memperbaiki komputer), tapi tidak
sesuai untuk ketrampilan personal(seperti penjualan, hubungan pelanggan dan
kepemimpinan). Anda tidak dapat melatih sepasang suami istri untuk mengalami
pernikahan yang bahagia, namun mereka dapat mempelajarinya sambil menjalaninya.
Pelatihan berkaitan
dengan bagaimana memprogram karyawan untuk memiliki dan menerapkan sekumpulan
kompetensi tertentu. Proses itu terjadi tanpa disadari. Begitu karyawan
dilatih, mereka hanya perlu sedikit pemikiran untuk menjalankan kompetensi itu.
Sebenarnya, pelatihan terjadi secara otomatis. Ketrampilan yang dibutuhkan
untuk menjalankan pelatihan biasanya dapat terlihat dan dapat diukur. Pembelajaran
sebaliknya berkaitan dengan motivasi dan pengembangan diri. Ia tidak pernah
berhenti dan bukan sekedar berhubungan dengan ketrampilan, namun juga perolehan
dan penerapan pengetahuan, pengalaman dan kebijaksanaan. Ketika karyawan
termotivasi untuk belajar, mereka akan mendapatkan manfaat pelatihan juga
peluang belajar. Sebaliknya, ketika orang tidak termotivasi untuk belajar,
pelatihan hanya membuang waktu.
Karena itu
atasan yang baik dapat melakukan banyak hal kencil untuk mendorong karyawan
dalam melakukan pembelajaran dan memberi kesempatan belajar untuk membantu
merka, misalnya:
- Ia mempelajari buku-buku baru bersama staf.
- Ia menugskan pekerjaan yang memungkinkan mereka belajar.
- Ia memberikan pertanyaan dan hadiah bagi yang memiliki nilai tertinggi.
- Ia membawa pembicara tamu untuk pertemuan di jam makan siang.
- Ia memastikan bahwa ada buku, jurnal dan DVD di tempat kerja untuk dipelajari.
- Ia menggarisbawahi kesalahan dan menjadikan semua itu bahan untuk dipelajari.
- Ia mendedikasikan setengah jam setiap minggu untuk pembelajaran tim pada topik-topik tertentu.
Idealnya,
pembelajaran kecil dapat dilakukan setiap hari dan harus diarahkan dengan
anggota tim (atau atasan) sebagai tutor. Mengidentifikasi tujuan individual dan
membantu karyawan mencapainya adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses
pembelajaran. Karena itu, jika seorang karyawan berharap untuk pindah maka sebagai seorang atasan dapat membantu
dengan memberikan kesempatan pembelajaran yang diperlukan. Pemimpin tim yang
menyakini pentingnya pengembangan pribadi untuk anggota timnya akan mencari
jalan untuk mencapainya, tidak peduli apakah ada biaya atau tidak dan tetap
menjamin hal itu terjadi.
Succes: “Kerendahan
hati adalah kunci pembelajaran. Perlu disadari bahwa selalu ada peluang untuk
menjadi dan berbuat yang lebih baik.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Ya terima Kasih ...